Matanya memperlihatkan masa depan
Pandangannya jauh kedepan
Mata yang menyimpan sejuta cerita yang tak mungkin satu per satu ia ungkapkan
Dalam diam pun seolah matanya berbicara, mengartikan setiap kata yang ia ingin ungkapkan
Tajam.......tapi bukan pedang yang menancap siapa saja yang mendekat
Hangat...tapi tak membakar
Jauh....tapi tak perlu berjalan menempuh jarak yang tak pasti
Mata itu mengisyaratkan perjalanan jauhnya
Kapan ia merasa lelah, kapan ia harus pergi
kapan ia harus memalingkan pandangan
Semuanya ada.....tersimpan rapih dalam memorinya
Namun, dimasa tuanya kini
Ia tak butuh banyak....
Hanya pancaran sinar yang memantul dari satu pasang mata
Bukan satu tapi tiga, tiga pasang mata yang setiap hari ia harapkan menambah terang hidupnya
Mata yang bersinar sambil tersenyum dan menyambut senyumnya di pagi hari
Berkedip lalu berharap ada bahagia yang menggantikan kesedihan yang selama ini telah lama ia lalui
Tak tau masa depan apa yang ia lalui
Tapi saat itu lagi-lagi matanya penuh mimpi dan harapan
Matamu syahdu, berbinar, bercahaya
mata itu terpejam, lalu tangannya meraih tubuhku erat
Seperti mengadu dan berbicara
" Kelak kumohon jadilah dirimu insan yang paling berarti, jadilah insan yang paling mengerti dan memahami"
" Taukah masa kecilmu adalah kebahagiaan terbaik bagiku, aku belajar mencintaimu, mengajarkanmu semuanya, menjadi wanita seutuhnya, bahagia"
"bukan harta yang aku inginkan, tapi bahagia bersamamu, melihatmu tumbuh dewasa, penuh cinta"
Iya, mata yang mulai menua
Mengartikan betapa panjang jalan yang ia jalani
Izinkan aku tetap melihat pancaran matamu,
Izinkan lagi matamu merasakan lagi kenangan indah,menikmati kedewasaanku
Izinkan aku mengusap dan mengecup matamu saat dirimu tertidur
dan izinkan aku memelukmu
Ibu....
Matamu mengarikan segalanya
Dan aku mengerti
Lelahmu, marahmu, lesumu
Kenny,
1 Desember 2015
No comments:
Post a Comment