Saturday, 28 November 2015

Datang Lagi, dan Tak kubiarkan Ia Pergi


Memejamkan mata tadi malam,
Membukakanku pada pintu suatu ruang yang pernah kulewati dulu
Gelap, redup, sesak
Banyak tawa dan bahagia yang tak bemakna
Nikmati langkah kemana saja ia pergi
Nikmati angin sambil terbahak-bahak
Terbuai indah yang semu

Lalu.....
Apakah ini?
Duhai masa lalu.....nyatamu telah pergi
tapi bayang-bayangmu selalu datang diwaktu yang tak pasti


Satu minggu aku melewati hari bersama banyak orang. Senin sampai Sabtu, hari dimana aku berkelut dengan banyak hal, bertemu berbagai macam senyum, bertemu berbagai persoalan dan berbagai cerita. Beginilah Sang Pencipta menegurku, sentuhannya begitu manis, merasuk sampai membuatku meneteskan air mata.... 
Jalan ini terlalu panjang untuk aku lalui, tapi satu yang masih kucari adalah diriku sendiri. Sampai saat ini aku selalu bertanya siapakah diriku, mau menjadi apakah aku kelak, apa saja yang aku punya, untuk apa aku sekarang, 
Masih banyak yang salah dengan diriku,Masih terlalu banyak
Sadar, sepertinya terlalu tua untuk aku mencari siapa diriku.... tapi terlambatkah aku untuk masih mencari dimana aku bisa merasa pantas???
Tidak semoga tidak ada kata terlambat


Satu minggu ini banyak pelajaran, 
Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan atau pikiran
Terbiasa memendam semua perasaan sendiri, 
Lebih terasa nyaman rasanya, 
Tapi beberapa waktu belakangan lebih ingin ditemani banyak orang, lebih ingin banyak berbincang dan ingin diberi banyak masukkan
Dan tidak membiarkan diri ini larut dalam kesendirian


Dan beginilah kisahnya, 


Hari itu aku mulai membuka diriku pada sebuah diskusi kecil, di tempat yang baru ketiga kalinya aku kunjungi.... bersama teman-teman kampus sehabis 2 mata kuliah di kampus selesai.
Sore hari yang agak mendung tapi menyenangkan karena kami akan menuntut ilmu
Hari itu aku teringat lagi dengan kata HIJRAH, satu kata yang beberapa waktu silam aku rasakan.

Iya aku menemani beberapa temanku untuk sama-sama menuntut ilmu, mungkin bedanya aku sudah lebih dulu diberi kesempatan itu. Di tempat lain aku juga menuntut ilmu, bedanya mungkin di tempat yang satu ini ilmu yang dibahas sudah lebih jauh. 
Tak apa, tak ada salahnya menuntut ilmu dimana pun 

Hijrah, bagaimana aku bisa mengenal kata itu?
iya aku mencarinya dengan bekal ilmu seadanya yang aku miliki
Melihat orang memakainya terasa sejuk, anggun, rapi dan cantik 
itulah pertama kali aku mengenal hijab 

Aku merasakan dahsyatnya hidayah dan kebahagiaan di masa-masa itu
Banyak berkenalan dengan orang hebat, banyak bersinggungan dengan masalah, dituntut untuk berpikir, melangkah lebih yakin dan masih banyak lagi. 

Dan begitulah Allah meletakkan cahayanya padaku


Tapi......
Kelalaian itu terlalu bodoh untuk aku lakukan,
Bahagia? bahagia duniawi saja yang aku dapatkan bukan bahagia sebenarnya
Aku merasa malu dengan diriku sekarang, malu dengan pakaian yang aku kenakan karena tak sebanding dengan ilmuku, sikapku, pikiranku semuanya

Aku merasa bukan apa-apa, Ketika yang lain dapat lebih maju dariku, memanfaatkan cahaya itu
Mungkin hatiku masih membatu, ketika cahaya sucinya mulai meredup dihatiku karena salahku sendiri
Terlalu menjauh bahkan hampir hilang 

Aku bukan siapa-siapa tanpaMu ya Rabb
Semua ini pemberianMU,bukan?
Tapi aku malu, betapa malasnya diriku ini menghabiskan waktu dengan yang lain bukan denganMu
Bukankah aku sendiri yang mencari hidayah ini?
tapi aku sendiri yang melalaikannya

ya hari itu aku malu, sangat malu
Entah wajah ini pantasnya ditutupi oleh apa
Rasanya ingin menampar diri dan menjatuhkan diri pada kehangatan sujud mendekat padaMu

Marah.....
iya aku marah pada diriku sendiri
karena tak menjaga ridhoMu tak menjaga cintaMU

Terlalu sibukkah?
Sombong!!! Heii..... bahkan diluar sana ada orang yang punya beban lebih berat darimu!
Tapi mereka mampu mengingat Allah dengan segala waktu yang dikerahkannya


Hari itu aku sadar....
Bahwa Allah masih sangat mencintaiku
Masih ingin aku mengingatNya


Berilmu
Membaca
Bertemu Orang Hebat
Belajar dari Perjuangannya
Mendapat pesan penyejuk


Ia Begitulah Allah Menegurku dan Memberikan Lagi CintaNya


Ya Rabb izinkan aku menjadi lebih baik lagi, izinkan aku untuk bangkit, izinkan aku melewati segala penghalang yang ada
Izinkan aku berada dipelukanMu, bersama CahayaMu, MemelukNya hingga Tak Biarkan Sedetikpun ia pergi

Minggu Senja
29 November 2015

No comments:

Post a Comment