Monday, 30 November 2015

Mata

Matanya memperlihatkan masa depan
Pandangannya jauh kedepan
Mata yang menyimpan sejuta cerita yang tak mungkin satu per satu ia ungkapkan
Dalam diam pun seolah matanya berbicara, mengartikan setiap kata yang ia ingin ungkapkan 
Tajam.......tapi bukan pedang yang menancap siapa saja yang mendekat
Hangat...tapi tak membakar
Jauh....tapi tak perlu berjalan menempuh jarak yang tak pasti


Mata itu mengisyaratkan perjalanan jauhnya
Kapan ia merasa lelah, kapan ia harus pergi
kapan ia harus memalingkan pandangan
Semuanya ada.....tersimpan rapih dalam memorinya

Namun, dimasa tuanya kini
Ia tak butuh banyak....
Hanya pancaran sinar yang memantul dari satu pasang mata
Bukan satu tapi tiga, tiga pasang mata yang setiap hari ia harapkan menambah terang hidupnya
Mata yang bersinar sambil tersenyum dan menyambut senyumnya di pagi hari
Berkedip lalu berharap ada bahagia yang menggantikan kesedihan yang selama ini telah lama ia lalui


Tak tau masa depan apa yang ia lalui
Tapi saat itu lagi-lagi matanya penuh mimpi dan harapan
Matamu syahdu, berbinar, bercahaya
mata itu terpejam, lalu tangannya meraih tubuhku erat
Seperti mengadu dan berbicara
" Kelak kumohon jadilah dirimu insan yang paling berarti, jadilah insan yang paling mengerti dan memahami"
" Taukah masa kecilmu adalah kebahagiaan terbaik bagiku, aku belajar mencintaimu, mengajarkanmu semuanya, menjadi wanita seutuhnya, bahagia"
"bukan harta yang aku inginkan, tapi bahagia bersamamu, melihatmu tumbuh dewasa, penuh cinta"


Iya, mata yang mulai menua
Mengartikan betapa panjang jalan yang ia jalani
Izinkan aku tetap melihat pancaran matamu,
Izinkan lagi matamu merasakan lagi kenangan indah,menikmati kedewasaanku
Izinkan aku mengusap dan mengecup matamu saat dirimu tertidur
dan izinkan aku memelukmu


Ibu....
Matamu mengarikan segalanya 
Dan aku mengerti
Lelahmu, marahmu, lesumu
Kenny,
1 Desember 2015

Saturday, 28 November 2015

Datang Lagi, dan Tak kubiarkan Ia Pergi


Memejamkan mata tadi malam,
Membukakanku pada pintu suatu ruang yang pernah kulewati dulu
Gelap, redup, sesak
Banyak tawa dan bahagia yang tak bemakna
Nikmati langkah kemana saja ia pergi
Nikmati angin sambil terbahak-bahak
Terbuai indah yang semu

Lalu.....
Apakah ini?
Duhai masa lalu.....nyatamu telah pergi
tapi bayang-bayangmu selalu datang diwaktu yang tak pasti


Satu minggu aku melewati hari bersama banyak orang. Senin sampai Sabtu, hari dimana aku berkelut dengan banyak hal, bertemu berbagai macam senyum, bertemu berbagai persoalan dan berbagai cerita. Beginilah Sang Pencipta menegurku, sentuhannya begitu manis, merasuk sampai membuatku meneteskan air mata.... 
Jalan ini terlalu panjang untuk aku lalui, tapi satu yang masih kucari adalah diriku sendiri. Sampai saat ini aku selalu bertanya siapakah diriku, mau menjadi apakah aku kelak, apa saja yang aku punya, untuk apa aku sekarang, 
Masih banyak yang salah dengan diriku,Masih terlalu banyak
Sadar, sepertinya terlalu tua untuk aku mencari siapa diriku.... tapi terlambatkah aku untuk masih mencari dimana aku bisa merasa pantas???
Tidak semoga tidak ada kata terlambat


Satu minggu ini banyak pelajaran, 
Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan atau pikiran
Terbiasa memendam semua perasaan sendiri, 
Lebih terasa nyaman rasanya, 
Tapi beberapa waktu belakangan lebih ingin ditemani banyak orang, lebih ingin banyak berbincang dan ingin diberi banyak masukkan
Dan tidak membiarkan diri ini larut dalam kesendirian


Dan beginilah kisahnya, 


Hari itu aku mulai membuka diriku pada sebuah diskusi kecil, di tempat yang baru ketiga kalinya aku kunjungi.... bersama teman-teman kampus sehabis 2 mata kuliah di kampus selesai.
Sore hari yang agak mendung tapi menyenangkan karena kami akan menuntut ilmu
Hari itu aku teringat lagi dengan kata HIJRAH, satu kata yang beberapa waktu silam aku rasakan.

Iya aku menemani beberapa temanku untuk sama-sama menuntut ilmu, mungkin bedanya aku sudah lebih dulu diberi kesempatan itu. Di tempat lain aku juga menuntut ilmu, bedanya mungkin di tempat yang satu ini ilmu yang dibahas sudah lebih jauh. 
Tak apa, tak ada salahnya menuntut ilmu dimana pun 

Hijrah, bagaimana aku bisa mengenal kata itu?
iya aku mencarinya dengan bekal ilmu seadanya yang aku miliki
Melihat orang memakainya terasa sejuk, anggun, rapi dan cantik 
itulah pertama kali aku mengenal hijab 

Aku merasakan dahsyatnya hidayah dan kebahagiaan di masa-masa itu
Banyak berkenalan dengan orang hebat, banyak bersinggungan dengan masalah, dituntut untuk berpikir, melangkah lebih yakin dan masih banyak lagi. 

Dan begitulah Allah meletakkan cahayanya padaku


Tapi......
Kelalaian itu terlalu bodoh untuk aku lakukan,
Bahagia? bahagia duniawi saja yang aku dapatkan bukan bahagia sebenarnya
Aku merasa malu dengan diriku sekarang, malu dengan pakaian yang aku kenakan karena tak sebanding dengan ilmuku, sikapku, pikiranku semuanya

Aku merasa bukan apa-apa, Ketika yang lain dapat lebih maju dariku, memanfaatkan cahaya itu
Mungkin hatiku masih membatu, ketika cahaya sucinya mulai meredup dihatiku karena salahku sendiri
Terlalu menjauh bahkan hampir hilang 

Aku bukan siapa-siapa tanpaMu ya Rabb
Semua ini pemberianMU,bukan?
Tapi aku malu, betapa malasnya diriku ini menghabiskan waktu dengan yang lain bukan denganMu
Bukankah aku sendiri yang mencari hidayah ini?
tapi aku sendiri yang melalaikannya

ya hari itu aku malu, sangat malu
Entah wajah ini pantasnya ditutupi oleh apa
Rasanya ingin menampar diri dan menjatuhkan diri pada kehangatan sujud mendekat padaMu

Marah.....
iya aku marah pada diriku sendiri
karena tak menjaga ridhoMu tak menjaga cintaMU

Terlalu sibukkah?
Sombong!!! Heii..... bahkan diluar sana ada orang yang punya beban lebih berat darimu!
Tapi mereka mampu mengingat Allah dengan segala waktu yang dikerahkannya


Hari itu aku sadar....
Bahwa Allah masih sangat mencintaiku
Masih ingin aku mengingatNya


Berilmu
Membaca
Bertemu Orang Hebat
Belajar dari Perjuangannya
Mendapat pesan penyejuk


Ia Begitulah Allah Menegurku dan Memberikan Lagi CintaNya


Ya Rabb izinkan aku menjadi lebih baik lagi, izinkan aku untuk bangkit, izinkan aku melewati segala penghalang yang ada
Izinkan aku berada dipelukanMu, bersama CahayaMu, MemelukNya hingga Tak Biarkan Sedetikpun ia pergi

Minggu Senja
29 November 2015

Thursday, 19 November 2015

Adakah Rasa Syukurmu

Assalamualaikum wr.wb


Selamat soreeeee....... 
yap yap. Menyapa lagi blog yang sudah lama tak tersentuh, Hari ini bertekad mau posting cerita baru di kampus hehehehe

Iyahhhh....
 Beberapa bulan terakhir disibukkan dengan beberapa kepanitiaan yaitu kepanitiaan pembinaan maba, acara besar departemen, adalagi yang namanya laporan praktikum, masih banyak lagi :''
Inilah hidup saya, menikmati indahnya hidup di semester V.
Yaaaaps...... sekarang saya ada di semester V!!!!! kalo kata temen-temen semester V adalah masa-masa dimana semua mahasiswi pusing dan bawaannya pengen nikah..... kalo saya???hmmmmmm ngga, justru makin kesini makin bingung mau dibawa kemana hidup saya yang udah hidup di bumi selama 20 tahun ini.  Ya semester V, 20 tahun, udah ngapain aja, udah punya apa, udah berapa hafalannya, udah berapa banyak ilmu yang bertambah, udah apa, apa, apa, dan apa........
Hari itu yang sebenarnya saya takutkan. Buat apa saya hidup kalo ngga bisa bermanfaat buat orang banyak. Buat apa hidup saya kalo semua yang dilakukan ngga ada nilai yang bikin saya jadi orang yang mengerti arti berjuang untuk hidup

Well~, itu beberapa banyak kalimat yang ingin saya ungkapkan sekarang....Hehehehe

SEMANGATTTT.......
SEMATSEMATSEMAT....
SEMANGKA.....
BISABISABISA.......

Kata itu yang setiap hari berkumandang beberapa bulan ini. Hampir setengah jalan melewati semester ini, takut, tegang, panik, pengen nangis, tantangan, tawa, tugas, laprak, presentasi....... Huuufhhh semuanya campur aduk jadi satu untuk menunggu 6 bulan ini selesai. Sudah banyak yang tumbang? ngga juga sih, banyak yang nangis? haha nggausah ditanya, penulis blog ini salah satu dari sekian banyak pejuang semester V yang paling sering nangis, paling sering ngga kuat dan mau udahan aja... wkwkwk canda deng
mudah-mudahan itu semua bisa jadi pelajaran terpenting untuk selalu bersyukur dan tetap kuat menjalani kehidupan sampai kedepannya....AAMIIN

Pernah denger kalimat super ini?

" Jangan pernah meminta amanahmu diambil dan dikurangii, tapi mintalah agar punggungmu dikuatkan untuk menopang amanahmu"

atau.....

" Jika kamu menyerah, ingat bagaimana kamu memulai?"

atau yang.....

" Amanah tidak pernah salah memilih pundak"
  
Dan masih banyak lagi......

Tersadar kalo hari ini, ditempat saya yang sekarang ini, diwaktu saya berada sekarang adalah hasil beberapa usaha yang saya lakukan dan harapan yang Allah kabulkan. Pertanyaannya sekarang kenapa masih mengeluh?padahal semua ini adalah hasil usaha dan jawaban atas semua doa yang saya panjatkan. Banyak orang yang ngga dapet kesempatan untuk bisa dapetin apa yang saya punya sekarang. Kesimpulannya adalah itulah pentingnya bersyukur.

Ada tugas ngeluh, banyak laporan ngeluh juga, harus ngerjain ini itu males, berangkat ngampus mager, baca buku males, dan msih banyak hal yang mungkin ngga saya kerjakan karena males dan capek. 
Heloooww...... apa ngga bersyukur bisa kuliah di kampus sejuta anak Indonesia??? apa ngga bersyukur bisa ada ditempat yang orang lain bisa dapet kesempatan seperti itu?? 
 Semester 5 hal tabu yang layak untuk diperbincangkan....hwhwhwhw.  Iya tapi emang bener kok, harus menyiapkan mata yang lebih tajam untuk melihat, menyiapkan kaki untuk lebih sering berjalan (bolak-balik kampus, bolak,-balik lab untuk pengamatan, bolak-balik ke tukang print untuk ngumpulin tugas heheheh), menyiapkan hati, pikiran, jiwa dan raga untuk menghadapi setiap detiknya Kalo dibilang seru, seru banget, dibilang gabut hmmmm sebenarnya bukan gabut, cuma ngga bisa manfaatin waktu aja..... 
Dibilang lelah, hmmmm lumayan lelah. Dibilang seneng hmmmm antara iya dan ngga
Pokoknya enam bulan ini campur aduk rasanya, 


Banyak kewajiban yang ditinggalkan.......
hmmm penyesalan emang selalu datang belakangan, kalo didepan namanya pendaftaran (lawakan basi sihh, tapi yaudahlah)
kewajiban sama Allah, kewajiban di rumah, amanah diluar.... Sudah banyak yang terbuang waktunya, sudah banyak amanah yang nggabisa dikerjain, yang dilewatin, yang dikerjain tapi terlambat, yang dilupain bahkan :"
Bersalah, menyesal, ngeluh lagi.....
Ngga ada yang bisa disalahin selain diri sendiri



Rasa syukur itu memang harus ada setiap hari biar kita sadar, kalo kita ngga bisa apa-apa tanpa anugerah Allah. Kekurangan bukan jadi masalah, kalau ada Allah disetiap langkah kita. Kekurangan iitu bisa jadi kelebihan kalo kita mau lebih lagi dalam berusaha.
Ngga mampu? harus mampu sesuai kemampuan kita. Saya bukan berasal dari keluarga kaya raya, Banyak yang ngga saya punyai, 
pernah menangis? jelas pernah....pernah iri sama orang lain? pernah banget, tapi lagi-lagi Allah selalu menyadarkan saya betapa pentingnya bersyukur. Gimana caranya? melihat peristiwa,dipertemukan orang-orang hebat, diberikan hadiah terindah, diberikan penyadaran, dan masih banyak lagi.

Pintar? saya bukan orang yang pintar. Sekali lagi Allah yang memberikan semuanya, Allah yang menjawab semuanya.... Saya ngga pinter bahasa Inggris ;" saya ngga jago berpendapat, saya banyak kekurangan, tapi  lagi-lagi Alla yang Maha Baik yang memeprtemukan saya dengan semua ini, yang mengantarkan saya ke ruang dan waktu yang sehebat ini

lalu? apa yang kurang?
lagi-lagi kepercayaan dan rasa syukur kepada Allah



Coba pernah ingat berapa kali Allah menyebutkan ayat yang artinya :

" dan nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?"

Mengingatkan kita lagi-lagi untuk bersyukur

Hari ini cuma ingin sama-sama memaknai hidup ini. Memaafkan diri sendiri atas banyak kesalahan yang sudah terjadi......
Ada Allah yang selalu sayang sama kita, selalu ada Ayah dan Ibu yang mendoakan, saudara, sahabat, kakak, adik, hewan tumbuhan

semua yang kau punya dan kau kenal hari ini bukan tanpa arti Allah ciptakan untukmu, tapi mengujimu, menaikkan derajatmu, mengingatkanmu atau bahkan menjerumuskanmu. tergantung dari bagaimana kamu menerimanya

TETAP SEMANGAT.... LA TAHZAN INNALLAHA MA'ANNA 

Kenny,
17 November 2015



Sunday, 15 November 2015

Jarak Itu Nyata

Nanti saja
Hanya perlu bersabar menanti
Menanti kehadiran yang hadirnya tak terduga
Kelak suatu hari kau akan temukan, cerita baru yang lebih menyenangkan

Pernah terpikir untuk belajar dari bumi?
Bumi yang mampu bersabar menantikan pagi untuk melihat matahari
Bumi yang mampu bersabar menanti kehadiran matahari disetiap detik perputarannya
Bumi yang tetap bersabar dan tetap berputar meski matahari tak setiap detik disisinya
Bumi yang tetap tegar meski matahari harus pergi saat waktunya tiba

Ketika matahari pun tak mampu menyentuh bumi
Matahari tetap tegar 
Matahari tetap memberikan sinar terindahnya untuk bumi
Tetap memberikan kehangatan meski harus jauh dalam jarak yang tak terhitung
Jika matahari bisa berkata :
"tak ada lagi yang bisa kuperbuat selain kuberikan cahaya dan kehangatan. Dan aku amat bersyukur karena jika aku menyentuh bumi, bukan bahagia tercipta tapi malapetaka"

Begitupun aku dan kamu
Dan entah angan-angan terciptanya kata "KITA" akan tercipta
Disuatu masa yang mungkin akan terjadi atau mungkin tak pernah ada